Villa Domba Siap Melayani Kebutuhan Domba Qurban Anda! Hubungi Email agusramadas@yahoo.co.id

Rabu, 30 Juli 2014

Domba Lucu Asal Swiss Mirip Boneka



Jika Inggris memiliki kebanggaan boneka animasi domba Shaun The Sheep, ada domba lucu asal Swiss yang mirip boneka? Berita menarik yang didapat dari situs Liputan6.com, Valais Blacknose adalah jenis domba asal Swiss dimaksud, jenis domba yang memiliki bulu lebat, bermuka hitam dan memiliki keindahan tanduk domba berbentuk spiral sehingga menjadikan harga domba ini dikalangan penghobi domba mancanegara terbilang mahal harganya.

Berita lain yang didapat tentang domba Valais dari situs ScotlandNow, konon pasangan peternak domba asal Skotlandia, Raymond Irvine dan Jenni McAllister, salah satu penghobi domba di dunia yang memelihara domba Valais Blacknose ini harus merogoh koceknya sebesar 55,000 poundtserling atau hampir setara 1 milyar rupiah untuk membeli 11 ekor domba Valais Blacknose yang saat ini digembalakan di lahan peternakan miliknya.

Harga 1 ekor domba Valais Blacknose tak ubahnya hampir menyamai harga Domba Garut Jawara Tangkas di tingkat penghobi domba! Mungkin ini yang menjadikan pasangan Raymond Irvine dan Jenni McAllister harus kembali merogoh koceknya sekitar 99 juta rupiah untuk memasang banyak kamera CCTV guna keamanan domba Valais miliknya.    

http://lifestyle.liputan6.com/read/2076612/peternak-skotlandia-beli-cctv-untuk-jaga-domba-domba-muka-hitam

Bersumber dari situs Wikipedia.org, nama lain dari domba Valais Blacknose adalah Walliser Schwarznasenschaf, domba asal Swiss yang dipelihara untuk dimanfaatkan daging dan bulunya oleh peternak domba sekaligus memiliki nilai jual tinggi di tingkat penghobi domba khususnya sebagai bibit domba unggulan sebagaimana layaknya domba Garut dan juga kambing Etawa di Indonesia. Berat domba jantan Valais Blacknose dapat mencapai lebih dari 100 kilogram sedangkan berat domba betina antara 70 hingga 90 kilogram!

Layaknya penghobi domba Garut yang memiliki komunitas penggemar domba tangkas di Indonesia baik di lapangan hingga komunitas facebook, domba Valais Blacknose asal Swiss yang juga rupanya banyak dipelihara dibanyak negara ini pun memiliki hal yang sama, diantaranya adalah Valais Blacknose Sheep US Fan Club di Amerika Serikat, Valais Blacknose Sheep UKFan Club di Inggris dan masih banyak penghobi domba dari negara lainnya di dunia yang memelihara domba lucu asal Swiss mirip boneka ini.

Valais sendiri merupakan nama suatu wilayah di negara Swiss, negara yang juga dikenal sebagai produsen jam tangan terbesar di dunia, wilayah Valais berada di wilayah kaki pegunungan Alpen dan dikenal pula sebagai tempat wisata populer yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai negara di dunia dikarenakan keindahan panaroma alam dan banyaknya objek wisata yang dimilikinya baik di musim dingin ataupun musim panas. Mulai dari tempat bermain ski spektakuler yang ada di Valais hingga reruntuhan seni modern peninggalan Romawi bagi pembaca yang mencintai dunia travelling dan photography

Walaupun banyak dipelihara oleh penghobi domba dikarenakan bentuk dan rupanya yang menggemaskan sebagai hewan peliharaan, namun domba Valais bukan tergolong jenis domba yang manja, habitat asli domba Valais di wilayah kaki pegunungan Alphen menjadikan domba Valais dapat hidup pada kondisi lingkungan ekstrim sekalipun termasuk kemampuan merumput domba Valais di lereng yang curam dan berbatu.   

Selasa, 29 Juli 2014

Rumput Hias Kochia Yang Kaya Manfaat



Rumput Kochia, jenis rumput yang lebih dikenal sebagai rumput hias di Indonesia, bersumber dari situs KapanLagi.com, Taman Hitachi Seaside berlokasi di Hitachinaka, Ibaraki negeri Sakura Jepang, taman yang memiliki luas 153,2 hektar dekat pantai Ajigura ini kaya akan koleksi berbagai macam bunga yang akan mekar pada musim tertentu, termasuk bunga rumput Kochia yang terbiasa mekar sekitar bulan Agustus tiap tahunnya saat musim gugur tiba, 30,000 bunga rumput Kochia akan mekar yang membuat Taman Hitachi Seaside memerah sehingga dikenal sebutan KochiaHill.

Rumput hiasKochia bisa dijadikan pakan alternatif untuk hewan ternak domba? Bersumber dari situs CattleNetwork.com, penelitian yang dilakukan oleh USDA Agricultural Research Services bersama dengan Utah State University terhadap 2 jenis variteas rumput Kochia yang ada, variteas rumput Kochia Prostrata dapat dijadikan pakan alternatif bergizi bagi hewan ternak di kala musim dingin tiba, sedangkan varietas rumput Kochia Scoparia diketahui memiliki toleransi yang tinggi terhadap kekeringan dan dapat dijadikan pakan alternative ternak saat musim kemarau tiba.


http://tokoone.com/benih-rumput-hias-kochia-scoparia-20-pcs/?affid=4508

Hasil penelitian lainnya terhadap rumput Kochia Scoparia ini sebagaimana jurnal yang diterbitkan oleh USDA AgriculturalResearch Services, rumput Kochia memiliki manfaat untuk mengontrol erosi tanah, termasuk rumput Kochia ini mudah ditanam pada kondisi lahan yang kritis sekalipun atau minim unsur hara, olehkarenanya benih rumput Kochia adalah benih tanaman yang biasa ditaburkan dengan pesawat terbang manakala usai terjadinya kebakaran hutan dalam upaya revegetasi lahan. Rumput Kochia diketahui pula sangat bermanfaat dalam remediasi tanah yang terkontaminasi oleh hidrokarbon akibat kebakaran hutan.

Semakin menarik mengetahui lebih jauh tentang manfaat rumput Kochia, yaitu rumput Kochia yang jauh sejak lama telah diketahui khasiatnya sebagai tanaman herbal di negeri tirai bambu Cina dan ginseng Korea! Kochia Scoparia yang dikenal sebagai rumput hias di Indonesia adalah dapat mengobati ragam penyakit diantaranya penyakit kulit dan diabetes melitus. Dalam benih Kochia diketahui pula mengandung oviposition pheromone untuk obatnyamuk, termasuk senyawa-senyawa lain dalam benih Kochia yang diketahui manfaatnya pula melawan bakteri patogen pada manusia.

Berbeda dengan di negara luar di mana benih Kochia mudah didapat dikarenakan merupakan tanaman perdu liar, di Indonesia, rumput Kochia sementara lebih banyak dikenal sebagai rumput hias, namun benih rumput hias Kochia adalah cukup mudah didapat secara online dari hasil penelusuran. Pengetahuan menarik lainnya tentang rumput Kochia yang didapat dari situs BeefMagazine.com, rumput Kochia awalnya juga dikenal sebagai tanaman hias di Amerika Serikat sekitar tahun 1900, namun dikarenakan kemampuan tumbuh rumput Kochia yang tahan banting maka rumput ini meningkat pesat jumlahnya, fireweed adalah sebutan untuk rumput Kochia di negeri paman Sam ini dikarenakan warna merah saat tibanya musim mekar bunga Kochia.

Nutrisi rumput Kochia hampir sama dengan Alfalfa? Sebutan lain bagi rumput Kochia adalah “poor man’s alfalfa” dikarenakan rumput Kochia yang mudah didapat dibandingkan Alfalfa. Namun sebagaimana yang dijelaskan pada situs BeefMagazine.com, menjadikan rumput Kochia sebagai sumber pakan ternak alternatif yang kaya akan protein adalah baik, dengan catatan pengelolaan lahan yang dijadikan sebagai area penanaman rumput Kochia untuk sumber pakan hewan ternak yang dimiliki mulai dari kambing, sapi dan juga domba adalah dilakukan dengan tepat. Semoga bermanfaat!